This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Sosiologi. Show all posts
Showing posts with label Sosiologi. Show all posts

Tuesday, May 14, 2019

Penyimpangan sosial

Pengertian Perilaku Menyimpang
Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian (deviant). Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut konformitas.
Ada beberapa definisi perilaku menyimpang menurut beberapa tokoh sosiologi, antara lain sebagai berikut:
James Vender Zender, Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang.
Bruce J Cohen, Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.
Robert M.Z. Lawang, Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut.

Ciri-ciri Perilaku Menyimpang
Terdapat beberapa ciri, perilaku seseorang itu dikategorikan sebagai perilku menyimpang. Menurut Paul B Horton penyimpangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Penyimpangan harus dapat didefinisikan, artinya penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya.
  2. Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak.
  3. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak, artinya perbedaannya ditentukan oleh frekuensi dan kadar penyimpangan.
  4. Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal, artinya budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan.
  5. Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka, tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka.
  6. Penyimpangan sosial bersifat adaptif, artinya perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.

Sifat-sifat Penyimpangan
Penyimpangan sebenarnya tidak selalu berarti negatif, melainkan ada yang positif. Dengan demikian, penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif.
Penyimpangan positif, Penyimpangan positif merupakan penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang didambakan, meskipun cara yang dilakukan menyimpang dari norma yang berlaku. Contoh seorang ibu yang menjadi tukang ojek untuk menambah penghasilan keluarga.
Penyimpangan negatif, Penyimpangan negatif merupakan tindakan yang dipandang rendah, melanggar nilai-nilai sosial, dicela dan pelakunya tidak dapat ditolerir masyarakat. Contoh pembunuhan, pemerkosaan, pencurian dan sebagainya.
Jenis-jenis Perilaku Menyimpang
Menurut Lemert (1951) Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk yaitu penyimpangan primer dan sekunder.
Penyimpangan Primer, Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara, tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Contohnya: pengemudi yang sesekali melanggar lalu lintas.
Penyimpangan Sekunder, Penyimpangan yang dilakukan secara terus menerus sehingga para pelakunya dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang. Misalnya orang yang mabuk terus menerus. Contoh seorang yang sering melakukan pencurian, penodongan, pemerkosaan dan sebagainya.
Sedangkan menurut pelakunya, penyimpangan dibedakan menjadi penyimpangan individual dan penyimpangan kelompok.
Penyimpangan individual, Penyimpangan individual adalah penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang atau individu tertentu terhadap norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Contoh: seseorang yang sendirian melakukan pencurian.
Penyimpangan kelompok, Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap norma-norma masyarakat. Contoh geng penjahat.

Penelitian sosial

Apa itu Penelitian?
Menurut Soerjono Soekanto, penelitian sosiologi termasuk penelitian ilmiah. Penelitian ilmiahadalah penelitian yang bertujuan mempelajari satu atau beberapa gejala dengan jalan analisis dan pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta masalah yang disoroti dan kemudian diusahakan pemecahannya.
Apa Fungsi dari Penelitian Ilmiah?
Fungsi dari penelitian ilmiah yakni sebagai berikut:
  1. Fungsi verifikatif atau pengujian
Merupakan fungsi penelitian ilmiah untuk menguji kebenaran suatu pengetahuan yang sudah ada.
  1. Fungsi eksploratif atau penjajagan
Merupakan fungsi penelitian ilmiah untuk menemukan sesuatu yang belum ada atau mengisi kekosongan dan kekurangan ilmu.
  1. Fungsi developmen atau pengembangan
Merupakan fungsi penelitian ilmiah untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah ada. Berdasarkan tempat pengumpulan data, penelitian ilmiah dapat dilakukan di laboratorium, perpustakaan, dan lapangan.
Berdasarkan tingkat analisis yang direncanakan peneliti untuk data yang hendak dikumpulkan, penelitian ilmiah dapat dikelompokkan sebagai berikut.
  1. Penelitian deskriptif, adalah penelitian yang berupaya menyajikan rincian lebih lanjut dari informasi yang ada. Dalam penelitian deskriptif, pertanyaan dimulai dengan kata tanya: bagaimana.
  2. Penelitian eksploratif, adalah penelitian yang berupaya mendapatkan informasi mendasar tentang permasalahan atau keadaan yang jarang atau belum pernah diteliti. Peneliti merencanakan penelitiannya tanpa merumuskan hipotesis secara khusus. Dalam penelitian ini, pertanyaan sering dimulai dengan kata tanya: apa.
  3. Penelitian prediksi, adalah penelitian ilmiah yang berupaya menggambarkan atau menjelaskan apa yang mungkin terjadi di masa mendatang.
  4. Penelitian eksplanasi, adalah penelitian ilmiah yan berupaya menganalisis hubungan antarvariabel yang diteliti. Penelitian eksplanasi memiliki
    hipotesis dan dirancang untuk menjelaskan mengapa suatu peristiwa terjadi. Pertanyaan peneliti sering dimulai dengan kata tanya: mengapa.
Apa itu Objek Penelitian?
Objek penelitian sosiologi adalah masyarakat dilihat dari sudut hubungan antarmanusia dan proses yang timbul akibat hubungan manusia di dalam masyarakat. Penelitian sosiologi dapat dilakukan dengan metode historis, metode komparatif (perbandingan), metode statistik, metode sosiometri, dan studi kasus. Metode sosiometri digunakan untuk menggambarkan dan menganalisis hubungan antarmanusia dalam masyarakat secara kuantitatif.
Pada tahap perencanaan pembangunan, hasil penelitian sosiologi diperlukan, antara lain untuk menentukan hal-hal sebagai berikut.
  1. Kelompok sosial yang menjadi bagian masyarakat.
  2. Lembaga sosial dan pelapisan sosial untuk mengetahui macam dan aspeknya.
  3. Pola interaksi sosial untuk menciptakan suasana yang mendukung pembangunan.
  4. Kebudayaan untuk mengetahui hal-hal yang berintikan nilai.
Pada tahap penerapan atau pelaksanaan pembangunan, hasil penelitian sosiologi diperlukan untuk hal-hal sebagai berikut.
  1. Mengidentifikasi kekuatan sosial di masyarakat.
  2. Mengetahui perubahan sosial yang terjadi di masyarakat penyebab dan aspeknya.
Jenis-jenis Penelitian
Jenis penelitian dilihat dari tujuan
  • Basic Research/penelitian dasar, yaitu penelitian murni untuk mengembangkan dan memperdalam suatu ilmu pengetahuan
  • Applied Research/penelitian terapan. Dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan membantu memecahkan suatu persoalan dalam kehidupan sehari-hari dan diarahkan untuk penggunaan secara praktis dalam kehidupan
Berdasarkan metode yang digunakan
  • Penelitian Historik, yaitu penelitian yang berusaha mengkaji peristiwa yang telah terjadi di masa lalu. Mengkaji peristiwa-peristiwa bersejarah
  • Penelitian Survei, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi dari berbagai individu/kelompok dengan cara angket, wawancara, atau mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data.
  • Penelitian eksperimen, adalah penelitian yang memanipulasi (mengatur, merekayasa) situasi alamiah menjadi situasi buatan sesuai dengan tjuan penelitian
Ditinjau dari Bidang Ilmu
  • Penelitian Bidang Alam (eksakta). Misalnya penelitian mengenai biologi (manfaat tanaman obat, penemuan bibit tanaman unggul), pemenfaatan energy matahari, dan lain-lain.
  • Penelitian Bidang sosial dan humaniora, misalnya penelitian mengenai pendidikan, ekonomi, sosial budaya, politik, etnografi, dan sebagainya.
Ditinjau dari Pendekatan
  • Pendekatan bujur (Longitudinal). Merupakan pendekatan penelitian dengan waktu lama terhadap subyek yang sama
  • Pendekatan silang (Cross-section). Merupakan pendekatan dengan waktu pendek terhadap subyek yang bereda
Ditinjau dari Tempat
  • Penelitian Laboraturium. Dilakukan di tempat khusus, menggunakan alat untuk melakukan percobaan. Contoh. Penelitian mengenai suatu penyakit
  • Penelitian Lapangan. Dilakukan pada kehidupan yang sebenarnya. Contoh. Penelitian mengenai tawuran pelajar, kehidupan seorang buruh pabrik.
  • Penelitian Perpustakaan. Penelitian bertujuan mengumpulkan data dari informasi dengan bantuan berbagai meteri yang ada di pustaka. Contoh. Majalah, buku, Koran, naskah, dokumen, kisah sejarah
Dilihat dari wujud data
  1. Berdasarkan cara perolehannya
  • Data primer (didapat dari sumber pertama, misal dari wawancara)
  • Data sekunder (dari sumber kedua, misal data monografi desa)
  1. Berdasarkan sifatnya
  • Data kuantitatif (data dinyatakan dalam angka)
  • Data kualitatif (data yang dinyatakan dalam bentuk deskripsi)
  1. Berdasarkan sumber yang diperoleh
  • Data intern (dikumpulkan oleh dan untuk keperluan sendiri)
  • Data ekstern (data dikumpulkan oleh orang lain)
Ditinjau dari cara pembahasannya
  • Penelitian deskriptif. Yaitu melukiskan, memaparkan, menuliskan, dan melaporkan suatu keadaan, objek atau peristiwa secara apa adanya
  • Penelitian inferensial/eksplanasi. Yaitu melukisakan peristiwa dan menarik kesimpulan umum dari masalah

Fungsi gejala sosial

Pengertian
Gejala sosial dapat diartikan suatu peristiwa yang terjadi dalam lingkungan masyarakat yang biasanya dalam kajian sosiologi disebut fenomena sosial. (Gejala Sosial = Fenomena Sosial). “Keseragaman semua anggota masyarakat tentang kesadaran moral tidak dimungkinkan. Tiap individu berbeda satu sama lain karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keturunan, lingkungan fisik, dan lingkungan sosial”.
Faktor-Faktor Penyebab Gejala Sosial
  1. Kultural => Adanya pertumbuhan dan perkembangan suatu nilai di masyarakat/komunitas.
  2. Struktural =>Suatu keadaan yang mempengaruhi suatu pola tertentu. Hubungan yang terjalin antara individu terhadap kelompok di lingkungan masyarakat.
Dampak Gejala Sosial di Masyarakat
  1. Dampak positif adalah Gejala yang hadir dapat disikapi secara bersikap terbuka maka perubahan tersebut akan berdampak positif dan memberikan manfaat.
  2. Dampak negatif adalah Tidak mampunya seseorang untuk menerima perubahan akan membuat seseorang mengalami perbuatan kearah yang menyimpang.
Masalah Sosial
Masalah sosial sesungguhnya merupakan akibat dari interaksi sosial antar individu, antar individu dengan kelompok, atau antar kelompok. Dalam keadaan normal, interaksi sosial dapat menghasilkan integrasi. Namun, interaksi sosial juga dapat menghasilkan konflik. Soerjono Soekanto mengatakan bahwa masalah sosial adalah ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Soerjono Soekanto membedakan masalah sosial menjadi empat yaitu sebagai berikut:
  1. Masalah sosial dari faktor ekonomis, seperti kemiskinan dan pengangguran
  2. Masalah sosial dari faktor biologis, seperti penyakit menular
  3. Masalah sosial dari faktor psikologis, seperti penyakit syaraf dan bunuh diri
  4. Masalah sosial dari faktor kebudayaan, seperti perceraian dan kenakalan remaja
Dalam menentukan apakah suatu masalah merupakan masalah sosial atau bukan, para sosiolog menggunakan beberapa dasar sebagai ukuran, yaitu:
  1. Kriteria umum
Masalah sosial terjadi karena ada perbedaan antara nilai-nilai dalam suatu masyarakat dengan kondisi nyata kehidupan. Artinya, ada ketidakcocokan antara anggapan masyarakat tentang apa yang seharusnya terjadi dan kenyataan sebenarnya. Kriteria umum masalah sosial pun berbeda-beda di setiap masyarakat, hal ini tergantung pada nilai-nilai yang mereka anut. Contoh, di Indonesia “kumpul kebo” dilihat sebagai sebuah masalah, tetapi tidak demikian di amerika.
  1. Sumber masalah social
Selain bersumber dari interaksi sosial yang efektif, masalah sosial juga dapat bersumber dari gejala-gejala alam, seperti gempa bumi atau kemarau panjang. Namun tidak semua gejala alam menjadi sumber masalah sosial. Gejala alam menjadi sumber masalah sosial jika gejala tersebut mengakibatkan masalah sosial tertentu. Contohnya, banjir bukanlah masalah sosial. Namun akibat yang ditimbulkanya, seperti kehilangan tempat tinggal atau pencurian merupakan masalah sosial.
  1. Pihak yang menetapkan masalah social
Dalam masyarakat, umumnya terdapat sekelompok kecil individu yang mempunyai kekuasaan dan wewenang untuk menentukan apakah sesuatu dianggap sebagai masalah sosial atau bukan. Kelompok-kelompok tersebut diantaranya adalah pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi sosial, dewan atau musyawarah masyarakat.
  1. Masalah sosial nyata dan laten
Masalah sosial nyata adalah masalah sosial yang timbul akibat terjadinya kepincangan yang disebabkan ketidaksesuaian tindakan dengan norma dan nilai masyarakat.  Masalah sosial nyata umumnya berusaha dihilangkan. Masalah sosial laten adalah masalah sosial yang ada dalam masyarakat, tetapi tidak diakui sebagai masalah. Hal ini umumnya disebabkan ketidakberdayaan masyarakat untuk mengatasinya.
  1. Perhatian masyarakat dan masalah social
Suatu kejadian atau peristiwa berubah menjadi masalah sosial ketika hal tersebut menarik perhatian masyarakat. Masyarakat secara intens membahas dan menggugat peristiwa tersebut. Namun demikian, tidak semua masalah sosial menjadi perhatian masyarakat. Sebaliknya suatu yang menjadi perhatian masyarakat belum tentu merupakan masalah. Contohnya, merebaknya pelanggaran lalu lintas adalah masalah, namun tidak menarik perhatian masyarakat. Sebaliknya sebuah bus yang terbalik dijalan raya bukanlah masalah sosial walaupun menarik perhatian masyarakat.

Fungsi sosiologi

Apa itu sosiologi?

Dalam sosiologi terdapat dua pengertian dasar, yaitu sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dan sosiologi sebagai metode. Sosiologi sebagai ilmu berarti sosiologi sebagai kumpulan pengetahuan mengenai kajian masyarakat dan kebudayaan yang disusun secara sistematis dan logis. Dalam konsep ini sosiologi memberikan pemecahan masalah dengan pendekatan kemasyarakatan. Sosiologi sebagai metode berarti sosiologi merupakan cara-cara berpikir untuk mengungkapkan realita sosial dalam masyarakat dengan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.  Secara etimologi, sosiologi berasal dari kata socious dan logos. Socioud (bahasa latin) artinya teman dan logos (bahasa Yunani) yang berarti kata atau pembicaraan. Secara harifiah sosiologi berarti berbicara mengenai masyarakat.

Apa Peran dan Fungsi Sosiologi?

Setelah kalian memahami apa itu sosiologi, kalian juga harus memahami tentang peran dan fungsi sosiologi sebagai berikut:

Peran Sosiologi
Di Bidang Riset
Seperti bidang ilmu lainnya, para sosiolog menaruh perhatian pada pengumpulan dan penggunaan data. Misalnya, sosiolog memimpin riset ilmiah dan kemudian mencari data tentang kehidupan sosial suatu masyarakat. Data itu kemudian diolah menjadi suatu karya ilmiah yang berguna bagi mengambil keputusan. Dengan demikian sosiolog harus mampu menjernihkan berbagai anggapan keliru yang berkembang di masyarakat.

Di Bidang Kebijakan Pemerintah
Ramalan sosiolog bisa saja membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi. Setiap suatu kebijakan sosial adalah suatu ramalan. Artinya, kebijakan diambil dengan suatu harapan menghasilkan pengaruh yang diinginkan. Namun, sering terjadi bahwa kebijakan yang diambil tidak memenuhi harapan tersebut. Maka, sosiologi dapan memberikan masukkan ramalan tentang kebijakan keputusan yang berhubungan dengan sosial.

Di Bidang Teknis
Beberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat. Mereka memberi saran-saran, baik dalam penyelesaian masalah hubungan masyarakat, hubungan antarkaryawan, masalah moral maupun hubungan antarkelompok dalam suatu organisasi. Sosiolog bekerja sebagai ilmuan terapan (applied scientist). Mereka dituntut untuk menggunakan pengetahuan ilmiahnya dalam mencari nilai –nilai tertentu, seperti efisiensi kerja, atau efektivitas suatu program dalam masyarakat.

Di Bidang Pendidikan
Guru atau pendidik mempunyai tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, dan melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didiknya. Guru sosiologi harus melakukan hal-hal berikut ini:

Guru sosiologi menggunakan teknik pembelajaran yang menimbulkan motivasi peserta didik, yaitu mengacu keingintahuan siswa untuk membelah masalah-masalah seputar lingkungan sosial.
Guru sosiologi tidak ‘menggurui” peserta didik, tetapi sebagai pengajar atau fasilitator.
Guru sosiologi menyampaikan pesan pembelajaran dengan media yang interaktif, atraktif dan kreatif.
Guru sosiologi membuat stratifikasi intelektual, yaitu menerapkan gaya pembelajaran dengan memperhatikan aspek pengetahuan
Fungsi Sosiologi
Perencanaan Sosial
Sosiologi memiliki fungsi dalam perencanaan sosial yaitu:

Sosiologi memahami perkembangan kebudayaan masyarakat
Sosiologi memahami hubungan manusia dengan lingkungan alam
Sosiologi memiliki disiplin ilmiah yang didasarkan atas objektivitas
Penelitian
Dalam bidang penelitian masyarakat, sosiologi memiliki fungsi yaitu:

Memahami simbol kata-kata, kode, serta berbagai istilah di masyarakat yang digunakan secara empiris
Memahami pola dan tingkah laku dalam masyarakat
Kemampuan untuk memperimbangkan berbagai fenomena yang dimbul di masyarakat terlepas dari prasangka subjektif
Kemampuan untuk melihat kecenderungan-kecenderungan pola tingkah laku anggota masyarakat karena sebab-sebab tertentu
Kehati-hatian menjaga pola pemikiran rasional sehingga tidak terjebak dalam pola pikir yang tidak jelas
Pembangunan
Fungsi sosiologi dalam mengatasi masalah pembangunan yaitu:

Pola Tahap Perencanaan
Sosiologi dapat digunakan terhadap mengidentifikasi identitas terhadap kebutuhan masyarakat.

Pada Tahap Pelaksanaan
Para tahap ini perlu identifikasi terhadap kekuatan dalam masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengadakan penelitian terhadap kekuatan dan wewenang dalam masyarakat.

Pada Tahap Evaluasi
Pada tahap ini diadakan analisis terhadap efek pembangunan. Keberhasilan pembangunan dapat dinilai dengan adanya evaluasi dan dapat diidentifikasikan tentang adanya kekurangan.

Pemecahan Masalah Sosial
Masalah sosial timbul dari kekurangan dalam diri manusia yang bersumber dari faktor-faktor berikut:

Ekonomis, misalnya kemiskinan, pengangguran dan bencana alam
Biologis, misalnya penyakit menular dan wabah
Psikologis, misalnya penyakit syaraf, bunuh diri dan diorganisasi jiwa
Kebudayaan, misal kejahatan, perceraian, kenakalan remaja, konflik etnis dan konflik agama.
Didalam mengatasi masalah sosial juga harus melihat aspek sosiologisnya dengan tidak harus mengabaikan aspek yang lain. sosiologi menyelidiki persoalan-persoalan umum dalam masyarakat dengan maksud untuk menemukan dan menafsirkan kenyataan-kenyataan kehidupan masyarakat. Jadi, diperlukan kerjasama antar ilmu pengetahuan kemasyarakatan pada khususnya untuk memecahkan maslah sosial yang dihadapi.

Seperti yang sudah dijelaskan pada materi diatas, sosiologi dapat membantu memecahkan masalah sosial salah satunya adalah kenakalan remaja. Untuk mendukung dan memudahkan dalam memahami materi tersebut, disini saya akan memaparkan sebuah artikel berita tentang kenakalan remaja.

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive