This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, May 13, 2019

Teks observasi


Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi

Pengetian teks laporan hasil observasi adalah sebagai berikut:

a. Teks Laporan hasil observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum mengenai sesuatu yang disusun dan didasarkan pada hasil pengamatan dan fakta yang ada melalui kalimat deskripsi. 

b. Teks Laporan hasil observasi adalah Teks yang berfungsi menjelaskan suatu objek atau fenomena yang didasari oleh hasil pengamatan. Dalam penyusunannya, teks ini memaparkan fakta-fakta dengan jelas dan terperinci

Struktur isi teks laporan hasil observasi

Struktur isi teks laporan hasil observasi terdiri dari tiga bagian sebagai berikut:

1. Pendahuluan
Di dalam pendahuluan, teks laporan hasil obesrvasi berisikan tentang penjelasan umum atau klarifikasi atau definisi umum umum.

2. Isi 
Di dalam isi teks laporan hasil observasi terdapat 3 struktur yaitu:
  • Definisi umum
  • Definisi Bagian dan
  • Definisi manfaat

3. Penutup
Di bagian penutup terdapat kesimpulan

Ciri-Ciri Bahasa teks laporan hasil observasi

Ciri-ciri dari teks hasil observasi adalah sebagai berikut:

  1. Mengandung fakta.
  2. Bersifat objektif.
  3. Ditulis sempurna dan lengkap.
  4. Tidak memasukkan unsur-unsur yang menyimpang, mengandung prasangka atau pemihakan
  5. mengandung prasangka, atau pemihakan.
  6. Disajikan secara menarik, tatas bahasa jelas, isinya
  7. berbobot, dan susunan logis.
  8. Teks laporan sering dimulai dg kalimat definisi tentang penggolongan atau klasifikasi. seperti contoh: (a) Mamalia adalah binatang yang menyusui. atau (b) “Kucing besar” itu adalah hewan pemangsa dan pemakan daging.
  9. Dalam laporan observasi sering digunakan kelompok nomina (kata benda) dengan penjenis dan kelompok nomina dengan pendeskripsi. 
  10. Kelompok nomina dg penjenis tidak bisa disisipi oleh kata apa pun. Kedua kata itu harus saling berdekatan. 
  11. Kelompok nomina dg pendeskripsi dapat disisipi, misalnya dengan kata penyangat, seperti sangat atau terlalu dan kata pewatas seperti yang.
  12. disajikan secara menarik, baik dalam hal tata bahasa yang jelas, isinya berbobot, maupun susunan logis.

Kaidah kebahasaan Teks Laporan hasil observasi

Selain struktur teks, teks hasil observasi ini juga memiliki beberapa kaidah kebahasaan yang membuat teks ini menjadi khas dan agar mudah diketahui bahwa jenis teks ini adalah teks laporan hasil observasi. 

Berikut adalah beberapa kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi:
  1. Merupakan hasil dari pengamatan atau penelitian terbaru dan terkini.
  2. Bersifat universal.
  3. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan KBBI.
  4. Membahas objek tunggal.
  5. Tidak ada bagian penutup dari penulis.
  6. Adanya frasa atau kelompok kata dibagi menjadi
  7. Adanya konjungsi dan yang digunakan untuk menambahkan sifat-sifat untuk anggota kelas yang sama
  8. Adanya konjungsi tetapi yang digunakan untuk menyatakan perbedaan angara anggota kelas yang satu dengan anggota kelas yang lain.
  9. adanya konjungsi sementara itu, sedangkan, selanjutnya
  10. Adanya kalimat simpleks, yaitu kalimat yang hanya terdiri dari satu struktur dengan satu verba utama
  11. Adanya kalimat kompleks, yaitu  kalimat yang terdiri dari dua struktur atau lebih dengan dua atau lebih verta utama.

Langkah-langkah penyusunan teks laporan hasil observasi

Untuk membuat teks laporan hasil observasi agar lebih mudah, maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  1. Melakukan observasi objek penelitian yang akan dijadikan judul laporan
  2. Menentukan judul laporan yang baik dan benar sesuai dengan pengamatan yang dilakukan
  3. Menusun kalimat pembuka
  4. Menusun isi laporan yang berisi gagasan atau ide pokok dan saran yang disertai alasan terhadap laporan hasil pengamatan.
  5. Menulis kalimat penutup.
Untuk menyusun teks laporan hasil observasi setiadaknya anda harus melihatkan  5W + 1 H dengan uraian sebagai berikut:
  1. What (apa)
  2. Who (siapa)
  3. When (kapan)
  4. Where (dimana)
  5. Why (mengapa)
  6. How (Bagaimana)

Untuk membuat teks hasil observasi yang menarik maka syarat-syarat di bawah ini harus terpenuhi:
  1. Objek yang akan diamati harus menarik.
  2. Objektif.
  3. Disusun secara sistematis.
  4. Dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
  5. Menggunakan bahasa yang efektif dan logis.

Teks prosedur

Pengertian Teks Prosedur

Pengertian dari teks prosedur ialah teks yang berisi langkah-langkah secara panjang dan berjenjang untuk mencapai tujuan dengan menggunakan penjelasan atau keterangan. Langkah-langkah yang terdapat dalam teks tersebut bahkan sering disertai pula dengan sublangkah sehingga terlihat sangat kompleks.
Ada beberapa ciri-ciri utama teks prosedur. Pertama, berisikan langkah-langkah. Kedua, disusun secara informatif. Ketiga, dijelaskan secara jelas dan detail. Empat, teks tersebut bersifat objektif, universal, aktual dan akurat, dan logis.
Kelima, berisikan langkah berkelanjutan dengan penjelasan. Dan, ciri keenam, menggunakan syarat atau pilihan.

Tujuan dan Manfaat

Layaknya jenis teks lainnya, teks prosedur juga memiliki tujuan dan manfaat tersendiri. Tujuan utama teks tersebut ialah memberikan penjelasan tentang cara melakukan, menggunakan, dan membuat sesuatu dengan sejelas-jelasnya. Lalu, dari segi komunikasi, tujuan teks prosedur ialah memberikan petunjuk cara melakukan sesuatu melalui serangkaian tindakan atau langkah.
Adapun, manfaat dari teks prosedur pada umumnya ada dua. Pertama, membantu dalam menggunakan suatu alat secara benar tanpa membahayakan diri pengguna dan tanpa merusak alat tersebut. Dan, kedua, membantu dalam melakukan cara-cara atau aktivitas tertentu dan kebiasaan hidup.

Struktur Teks Prosedur

Struktur teks prosedur terbagi menjadi dua, yakni struktur teks prosedur sederhana dan teks prosedur kompleks. Struktur teks prosedur sederhana memuat bagian-bagian yang memperlihatkan tujuan, bahan, alat yang digunakan, dan langkah-langkah yang harus dilakukan.
Struktur teks prosedur sederhana terdiri dari judul, pengantar yang menjelaskan tujuan, sejumlah bahan yang diperlukan untuk melaksanakan suatu prosedur, dan urutan langkah-langkah. Adapun, bagian bahan dan alat tidak menjadi struktur utama dalam teks karena keduanya juga disebutkan dalam bagian langkah-langkah. Oleh sebab itu, bagian bahan dan alat bersifat opsional dalam teks prosedur sederhana dan bagian utamanya ialah bagian tujuan dan langkah-langkah.
Berbeda dengan teks prosedur sederhana, teks prosedur kompleks ditulis secara naratif sehingga menyerupai artikel. Strukturnya terdiri dari tujuan umum, langkah-langkah umum bagian awal, tujuan khusus, langkah-langkah khusus atau sublangkah, dan langkah-langkah akhir.
Tujuan umum dalam teks prosedur kompleks merupakan bagian yang berisikan tujuan umum sebagai pengantar tujuan khusus. Langkah-langkah umum merupakan bagian yang berisi langkah-langkah umum dan disusun secara sistematis sampai kepada pilihan tujuan khusus.
Tujuan khusus merupakan bagian yang berisikan pilihan tujuan yang ingin dilakukan. Biasanya, tujuan khusus terdiri dari satu atau lebih pilihan.
Lalu, langkah-langkah khusus atau sublangkah adalah bagian yang berisi langkah-langkah khusus yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan khusus. Setelah tercapai, baru kembali ke langkah-langkah umum bagian awal. Dan, langkah-langkah akhir merupakan bagian yang berisi langkah-langkah akhir secara sistematis untuk menutup prosedur.

Bagan Struktur Teks Prosedur Kompleks

Untuk memudahkanmu memahami bagaimana struktur teks prosedur kompleks, maka Quipper Blog akan memberikan bagannya. Berikut cuplikan bagan tersebut:
Bila kamu membaca bagan tersebut, sudah terlihat bagaimana struktur teks prosedur kompleks yang baik. Adapun, bagan tersebut memang tidak baku harus ada di setiap teks prosedur kompleks. Sebab, ada teks prosedur kompleks dengan tujuan khusus hanya satu saja dan ada yang lebih.

Ciri Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks

Teks prosedur kompleks memiliki ciri-ciri kebahasaan yang membingkainya. Pertama, partisipan dalam teks tersebut adalah manusia. Partisipan dapat meliputi pronomina persona ketiga tunggal, yakni -nya, dan pronomina persona orang kedua tunggal, yakni Anda dan kamu.
Kedua, adanya verba material, yaitu verba yang mengacu pada tindakan fisik. Verba material merupakan verba berimbuhan yang dibentuk dari nomina.
Ketiga, adanya verba tingkah laku, yaitu verba yang mengacu pada sikap dengan dinyatakan melalui ungkapan verbal. Verba tingkah laku merupakan verba berimbuhan yang dibentuk dari verba.
Keempat, adanya kalimat imperatif, yaitu kalimat yang berfungsi untuk meminta atau melarang seseorang melakukan sesuatu. Pada teks prosedur kompleks, kalimat perintah tak menggunakan tanda seru karena langkah-langkah sudah jelas merupakan perintah yang harus dilakukan.
Kelima, adanya kalimat deklaratif, yakni kalimat yang berisi pernyataan. Kalimat ini berfungsi memberikan informasi atau berita tentang sesuatu.
Keenam, adanya kalimat interogatif, yaitu kalimat yang berisikan pertanyaan. Kalimat ini berfungsi untuk meminta informasi tentang sesuatu hal.
Dan, ketujuh, adanya konjungsi. Adapun, konjungsi yang biasa ada dalam kalimat teks prosedur kompleks ada beberapa jenis. Pertama, konjungsi temporal, yakni konjungsi yang merujuk pada urutan waktu dan sekaligus sebagai sarana kohesi teks.
Konjungsi kedua, konjungsi syarat, yakni konjungsi yang mengacu pada syarat. Ketiga, konjungsi pilihan, yakni konjungsi yang mengacu pada pilihan. Dan, terakhir konjungsi pengandaian, yakni konjungsi yang mengacu dengan pengandaian.

Nilai trigonometri

Trigonometri 

merupakan sebuah cabang matematika yang berhadapan dengan sudut segitiga, contohnya seperti sinus, cosinus, dan tangen. Kali ini kita akan mempelajari tentang nilai perbandingan trigonometri dari suatu sudut. Supaya bisa mempelajari nilai perbandingan ini, kalian diharuskan untuk memahami konsep sudut ber-relasi. Untuk memahami konsep tersebut simak penjelasan berikut ini yuk Squad!
Pengukuran Sudut
Pengkuran Sudut
Berdasarkan gambar di atas dapat kita simpulkan bahwa pengukuran sudut merupakan salah satu aspek penting dalam pengukuran dan pemetaan kerangka maupun titik-titik detail. Sistem besaran sudut yang dipakai juga berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sistem besaran sudut pada pengukuran dan pemetaan dapat terdiri dari:
  • Sistem Besaran Sudut Seksagesimal
  • Sistem Besaran Sudut Sentisimal
  • Sistem Sesaran Sudut Radian
Dasar untuk mengukur besaran sudutnya seperti suatu lingkaran yang dibagi menjadi empat bagian, yang dinamakan kuadran yaitu Kudran I, II, III dan kuadran IV.
Untuk cara sexagesimal lingkaran dapat dibagi menjadi 360 bagian yang sama dan tiap bagiannya disebut derajat. Maka 1 kuadran dalam lingkaran tersebut = 900.
1o = 60’ 1’ = 60” 1o = 3600”
Perbandingan Trigonometri Pada Segitiga Siku – Siku
Perbandingan Trigonometri Pada Segitiga Siku - Siku 1
 Untuk definisi perbandingan trigonometri sudut siku-siku pertama adalah:
Perbandingan Trigonometri Pada Sudut Siku - Siku
 Dan untuk definisi perbandingan trigonometri sudut siku-siku kedua, adalah:
Perbandingan Trigonometri Pada Segitiga Siku - Siku 2
 
Nilai Perbandingan Trigonometri Untuk Sudut – Sudut Istimewa
Nilai perbandingan memiliki beberapa tabel yang akan memudahkan kamu untuk menemukan hasilnya. Tabel itu sendiri memiliki 2 jenis tabel Istimewa. Ada apa saja? Yuk,perhatikan tabel di bawah ini:
Tabel perbandingan trigonometri sudut istimewa pertama
Tabel Perbandingan Istimewa 1
Tabel perbandingan trigonometri sudut istimewa kedua
Tabel Perbandingan Istimewa 2
Perbandingan Sudut dan Sudut Relasi Trinogometri I
Perbandingan sudut dan relasi trigonometri merupakan perluasan dari definisi dasar trigonometri tentang kesebangunan pada segitiga siku-siku yang hanya memenuhi sudut kuadran I dan sudut lancip (0 − 90°). Untuk contohnya kamu bisa perhatikan gambar di bawah ini ya!
Pembagian Sudut Dalam Trigonometri
 
Perbandingan Sudut dan Sudut Relasi Trigonometri II
Untuk setiap α lancip, maka (90° + α) dan (180° − α) akan menghasilkan sudut kuadran II. Dalam trigonometri, relasi sudut-sudut tersebut dinyatakan sebagai berikut:
Perbandingan Sudut dan Sudut Relasi Trigonometri II
 
Identitas Trigonometri
Identitas trigonometri adalah kesamaan yang memuat perbandingan trigonometri dari suatu sudut. Sebuah identitas trigonometri dapat ditunjukkan kebenarannya dengan tiga cara. Cara pertama, dimulai dengan menyederhanakan ruas kiri menggunakan identitas sebelumnya sampai menjadi bentuk yang sama dengan ruas kanan. Cara kedua, mengubah dan menyederhanakan ruas kanan sampai menjadi bentuk yang sama dengan ruas kiri. Cara ketiga, mengubah baik ruas kiri maupun ruas kanan ke dalam bentuk yang sama.
Ada beberapa rumus identitas trigonometri yang perlu kamu ketahui seperti:
Rumus Dasar Yang Merupakan Kebalikan
Rumus Dasar Yang Merupakan Hubungan Perbandingan
Rumus Dasar Yang Merupakan Hubungan Perbandingan-1

Fungsi invers

Fungsi invers atau fungsi kebalikan 

merupakan suatu fungsi yang berkebalikan dari fungsi asalnya. 

Suatu fungsi f memiliki fungsi invers (kebalikan) f-1 jika f merupakan fungsi satu-satu dan fungsi pada (bijektif). Hubungan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut:
(f-1)-1 = f
Sederhananya, fungsi bijektif terjadi ketika jumlah anggota domain sama dengan jumlah anggota kodomain. Tidak ada dua atau lebih doamain berbeda dipetakan ke kodomain yang sama dan setiap kodomain memiliki pasangan di domain, perhatikan gambar di bawah ini:
fungsi bijektif.pnghanya fungsi pada.pnghanya fungsi satu-satu.png
Berdasarkan gambar pemetaan di atas, pemetaan pertama merupakan fungsi bijektif. Pemetaan kedua bukan fungsi bijektif karena pemetaan tersebut hanya terjadi fungsi pada. Domain d dan e dipetakan ke anggota kodomain yang sama. Pemetaan ketiga bukan fungsi bijektif karena pemetaan tersebut hanya terjadi fungsi satu-satu. Kodomain 9 tidak memiliki pasangan pada anggota domain.
Misalkan f fungsi yang memetakan x ke y, sehingga dapat ditulis y = f(x), maka f-1 adalah fungsi yang memetakan y ke x, ditulis x = f-1(y). Sebagai contoh f : A →B fungsi bijektif. Invers fungsi f adalah fungsi yang mengawankan setiap elemen B dengan tepat satu elemen pada A. Invers fungsi f dinyatakan dengan f-1 seperti di bawah ini:
1-1115

Ada 3 langkah untuk menentukan fungsi invers, yaitu:
1. Ubahlah bentuk y = f(x) menjadi bentuk x = f(y).
2. Tuliskan x sebagai f-1(y) sehingga f-1(y) = f(y).
3. Ubahlah variabel y dengan x sehingga diperoleh rumus fungsi invers f-1(x).

Dalam fungsi invers terdapat rumus khusus seperti berikut:
table rumus invers.png
Supaya kamu lebih jelas dan paham, coba kita kerjakan contoh soal ini ya.
1. Tentukan rumus fungsi invers dari fungsi f(x) = 2x + 6.
Jawab:

invers.png

Sunday, May 12, 2019

Teks Debat

PENGERTIAN

Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih baik itu perorangan ataupum kelompok dalam mendiskusikan dan memutusakan masalah dan perbedaan.

Selain pengertian debat tersebut, adapula pengertian debat menurut para ahli diantaranya:
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

Menurut G. Sukadi, Debat adalah saling adu argumentasi antarpribadi atau antarkelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.

Menurut Henry Guntur Tarigan, Debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.



UNSUR DEBAT

Adapun unsur unsur dalam debat, diantaranya:
  1. Mosi, yakni hal atau topik yang diperdebatkan.
  2. Tim Afirmatif, yakni tim yang setuju terdapat hal yang diperdebatkan (mosi).
  3. Tim Negatif atau Oposisi, yakni tim yang tidak setuju atau menentang mosi.
  4. Tim Netral, yakni tim yang memberikan 2 sisi baik dukungan ataupun sanggahan terhadap mosi.
  5. Moderator, yakni orang yang memimpin dan membantu jalannya perdebatan.
  6. Penulis, yakni orang yang menulis kesimpulan suatu debat.

TUJUAN DEBAT

Adapun tujuan debat yaitu:
  1. Melatih keberanian mengemukakan pendapat
  2. Melatih mematahkan pendapat lawan
  3. Meningkatkan kemampuan merespon sesuatu masalah
  4. Dan lain sebagainya.

CIRI-CIRI DEBAT

Adapun ciri-ciri debat, diantaranya:
  1. Terdapat 2 sudut pandang yaitu affirmatif (pihak yang menyetujui topik) dan negatif (pihak yang tidak menyetujui topik).
  2. Adanya proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak.
  3. Adanya adu argumentasi yang bertujuan untuk memperoleh kemenangan.
  4. Hasil debat diperoleh melalui voting atau keputusan juri.
  5. Sesi tanya jawab bersifat terbatas dan bertujuan untuk menjatuhkan pihak lawan.
  6. Adanya pihak yang berperan sebagai penengah yang biasanya dilakukan oleh moderator.

Bagian dalam debat:
| Permasalahan Debat | Sudut Pandang | Argumen | Tanggapan | Simpulan Debat |


JENIS - JENIS DEBAT

Berdasarkan bentuk, maksud, dan metodenya, debat dibagi menjadi 3 macam, yakni:

1. Debat Parlementer/ Majelis (Assembly or Parlementary Debating)
Maksud dan tujuan majelis ini yaitu untuk memberi dan menambahi dukungan bagi suatu undang-undang tertentu dan semua anggota yang ingin menyatakan pandangan dan pendapatnya berbicara mendukung atau menentang usul tersebut setelah mendapat izin dari majelis.

2. Debat Pemeriksaan Ulangan Untuk Mengetahui Kebenaran Pemeriksaan Terdahulu (Cross-Examination Debating)

Maksud dan tujuan perdebatan ini yaitu untuk mengajukan serangkaian pertanyaan yang satu sama lain berhubungan erat,yang akan menyebabkan individu yang ditanya menunjang posisi yang hendak ditegakkan dan diperkokoh oleh penanya.

3. Debat Formal,Konvesional,atau Debat Pendidikan (Formal, Conventional, or Educational Debating)
Tujuan debat formal ini adalah untuk memberi kesempatan bagi dua tim pembicara untuk mengemukakan kepada pendengar sejumlah argument yang menunjang atau yang membantah suatu usul. Setiap pihak diberi jangka waktu yang sama bagi pembicara-pembicara konstruktif dan bantahan.

4. Debat Kompetitif
Debat kompetitif dalam pendidikan tidak seperti debat sebenarnya dalam parlemen, debat kompetitif tidak bertujuan untuk menghasilkan keputusan tetapi lebih diarahkan untuk mengembangkan kemampuan tertentu di kalangan pesertanya, seperti kemampuan untuk mengutarakan pendapat secara logis, jelas dan terstruktur, mendengarkan pendapat yang berbeda, dan kemampuan berbahasa asing (Jika debat dilakukan dalam bahasa asing).

Teks Biografi

1. Pengertian Teks Biografi

Teks biografi adalah suatu bentuk teks yang berisi mengenai kisah atau cerita suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya, entah itu berupa kelebihan, masalah atau kekurangan yang ditulis oleh seseorang agar tokoh tersebut bisa menjadi teladan untuk orang banyak.


2. Ciri-ciri Teks Biografi

  • Teks biografi harus memuat informasi berdasarkan fakta pada toko yang diceritakan dalam bentuk narasi
  • Memuat sebuah fakta pengalaman hidup suatu tokoh dalam memecahkan masalah-masalah sampai pada akhirnya sukses, sehingga patut menjadi teladan
  • Teks biografi memiliki struktur yang jelas

3. Jenis-jenis Biografi

Berdasarkan Sisi Penulis

  • Autobiografi, Suatu riwayat hidup yang ditulis sendiri oleh tokoh tesebut.
  • Biografi, Suatu bentuk teks yang berisi mengenai kisah atau cerita suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya, entah itu berupa kelebihan, masalah atau kekurangan yang ditulis oleh orang lain.
Biografi berdasarkan izin penulisan dibagi menjadi dua:
  • Authorized biography, sebuah biografi yang penulisannya mendapatkan izin atau sepengetahuan tokoh yang akan di tulis cerita hidupnya.
  • Unauthorized biography, biografi yang penulisannya tanpa seizing dan sepengetahuan tokoh yang akan di tulis kisah hidupnya. Biasanya penulisan unauthorized biography terjadi karena tokoh tersebut telah wafat.

4. Struktur Teks Biografi

a. Orientasi

Tahap ini adalah bagian pengenalan suatu tokoh, berisi gambaran awal tentang tokoh tersebut di dalam teks biografi.

b. Peristiwa dan Masalah

Tahap ini adalah bagian kejadian atau peristiwa yang dialami oleh tokoh. Berisi penjelasan suatu cerita baik itu berupa pemecahan masalah, proses berkarir, peristiwa menyenangkan, menegangkan, menyedihkan hingga mengesankan yang pernah dialami oleh tokoh hingga mengantarkannya meraih mimpi, cita-cita dan kesuksesan.
Semua kejadian tersebut diurai disini.

c. Reorientasi

Tahap ini adalah bagian penutup. Berisi mengenai pandangan penulis kepada tokoh yang dikisahkan. Reorentasi ini bersifat opsional semata, jadi boleh ada maupun tidak ada.

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive